PUBG Disebut Rugikan Indonesia Triliunan Rupiah

Bank Indonesia (BI) menyebut game Battlegrounds (PUBG) PlayerUnknown dan sejenisnya dapat membuat negara merugi hingga triliunan rupiah.

Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, aliran dana ke luar negeri melalui transaksi game dapat secara tidak langsung membebani Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).

"Jika kita memainkan permainan, sepertinya itu tidak ada pada neraca pembayaran? Sekarang tidak, tapi yang pasti uang Indonesia keluar," kata Mirza. "Mungkin itu hanya setengah dolar, tetapi jika Anda bermain dua juta orang, maka uang itu habis untuk permainan itu," lanjutnya.

Sebagai informasi, neraca pembayaran merupakan cerminan dari aliran uang yang masuk dan keluar Indonesia. Ketika kita mengimpor, atau membeli barang dari luar negeri, jelaslah bahwa uang yang dibayarkan akan keluar dari Indonesia. Dan sebaliknya.

Nah, NPI adalah catatan dari semua transaksi yang melibatkan hampir seluruh penduduk Indonesia. Jika catatan neraca pembayaran negatif, itu berarti lebih banyak uang yang keluar dari Indonesia daripada yang masuk. Istilahnya lebih besar dari kutub.

Pendapatan Tencent dari PUBG bisa lebih besar. Karena SuperData hanya mengumpulkan data dari yang dimainkan di PC, PS4 dan Xbox One. SuperData belum menghitung pendapatan dari PUBG Mobile.

Fox Sport melaporkan, hingga November 2018 pendapatan Tencent dari PUBG Mobile mencapai US $ 32,5 juta, setara dengan Rp. 455 miliar. PUBG Mobile sangat populer di negara-negara dengan populasi besar seperti India dan Cina.

Sumber artikel di ambil dari www.cnbcindonesia.com

Komentar