Bermain game online memang merupakan hiburan bagi anak-anak, tetapi jika tidak diawasi oleh orang tua maka akan menimbulkan bencana. Seorang ibu di Kediri terpaksa membayar tagihan game online anak hingga Rp. 11 juta.
Kisah ini dibagikan oleh akun Facebook bernama Ririn Ike Wulandari. Ririn tidak berharap tagihan kredit pascabayarnya membengkak menjadi Rp. 11 juta karena dia tidak tahu apakah anak itu membayar permainan online menggunakan kartu pascabayar suaminya.
"BALADA GAME ONLINE 11 juta (belum dikenakan pajak)," tulis Ririn melalui akunnya
Awalnya, Ririn ingin membayar tagihan kredit pascabayar suaminya yang menurutnya berjumlah Rp. 6.000. Namun, setelah dicoba beberapa kali pembayaran selalu gagal meskipun Ririn memiliki saldo Rp. 28 ribu.
Setelah memeriksa melalui aplikasi mobile banking, Ririn terkejut tidak melihat tagihan dia harus membayar Rp 6 juta.


Ririn juga mencoba mencari tahu lebih lanjut tentang tagihan tersebut, ternyata total tagihan yang harus dia bayar mencapai Rp. 11 juta.
Dari riwayat pembayaran, ada puluhan notifikasi untuk membeli game online untuk tiga game online yang biasanya dimainkan oleh anak, yaitu Free Fire, Minecraft dan Mobile Legend.

Dia berulang kali mencoba membatalkan transaksi pesanan dengan penyedia tetapi tidak menyesuaikan hasilnya.
Ririn mengakui bahwa dia lalai mengawasi anak itu sehingga akhirnya menyebabkan pembengkakan tagihan.
Dia juga tidak bisa menyalahkan anak itu karena anak itu tidak tahu lebih dalam tentang rekening pembayaran.
"Kelalaian saya memang. Karena kurangnya pengetahuan anak-anak tentang rekening pembayaran, mereka pikir semuanya gratis, jadi mengapa mudah untuk membeli berlian? Tidak berarti pengaturan kartu pascabayar membatasi hingga Rp. 10 juta," kata Ririn .
"Jadi apa yang bisa saya lakukan? Ketika semuanya telah terjadi, belajar untuk saya dan keluarga saya harus dibayar mahal," tambah Ririn.
Kisah Ririn yang harus membayar mahal untuk pelajaran berharga ini tiba-tiba viral di media sosial. Banyak warga yang bersimpati dan menjadi pengingat agar peristiwa seperti Ririn tidak terjadi pada orang lain.
baca kisah Ibu ririn di bawah ini dalam 6 artikel nya
Kisah ini dibagikan oleh akun Facebook bernama Ririn Ike Wulandari. Ririn tidak berharap tagihan kredit pascabayarnya membengkak menjadi Rp. 11 juta karena dia tidak tahu apakah anak itu membayar permainan online menggunakan kartu pascabayar suaminya.
"BALADA GAME ONLINE 11 juta (belum dikenakan pajak)," tulis Ririn melalui akunnya
Awalnya, Ririn ingin membayar tagihan kredit pascabayar suaminya yang menurutnya berjumlah Rp. 6.000. Namun, setelah dicoba beberapa kali pembayaran selalu gagal meskipun Ririn memiliki saldo Rp. 28 ribu.
Setelah memeriksa melalui aplikasi mobile banking, Ririn terkejut tidak melihat tagihan dia harus membayar Rp 6 juta.


Ririn juga mencoba mencari tahu lebih lanjut tentang tagihan tersebut, ternyata total tagihan yang harus dia bayar mencapai Rp. 11 juta.
Dari riwayat pembayaran, ada puluhan notifikasi untuk membeli game online untuk tiga game online yang biasanya dimainkan oleh anak, yaitu Free Fire, Minecraft dan Mobile Legend.

Dia berulang kali mencoba membatalkan transaksi pesanan dengan penyedia tetapi tidak menyesuaikan hasilnya.
Ririn mengakui bahwa dia lalai mengawasi anak itu sehingga akhirnya menyebabkan pembengkakan tagihan.
Dia juga tidak bisa menyalahkan anak itu karena anak itu tidak tahu lebih dalam tentang rekening pembayaran.
"Kelalaian saya memang. Karena kurangnya pengetahuan anak-anak tentang rekening pembayaran, mereka pikir semuanya gratis, jadi mengapa mudah untuk membeli berlian? Tidak berarti pengaturan kartu pascabayar membatasi hingga Rp. 10 juta," kata Ririn .
"Jadi apa yang bisa saya lakukan? Ketika semuanya telah terjadi, belajar untuk saya dan keluarga saya harus dibayar mahal," tambah Ririn.
baca kisah Ibu ririn di bawah ini dalam 6 artikel nya
- Balanda Game Online Part1
- Balanda Game Online Part2
- Balanda Game Online Part3
- Balanda Game Online Part4
- Balanda Game Online Part5
- Balanda Game Online Part6

Komentar
Posting Komentar